NASA: Gerhana Bulan Terpanjang 19 November Berlangsung 3 Jam 28 Menit

Gerhana bulan terpanjang abad ini akan terjadi pada 19 November 2021. Karena terjadi pada bulan November, gerhana itu juga disebut sebagai bulan purnama berang-berang di beberapa negara.

Menurut penduduk asli Amerika dan tradisi kolonial awal, November bertepatan dengan musim ketika perangkap dipasang untuk menangkap berang-berang. Tujuannya agar mendapatkan bulu hewan mamalia itu agar penduduk tetap hangat selama bulan-bulan musim dingin mendatang.

Pada malam 19 November, bulan purnama yang dinamai sesuai nama mamalia pembuat bendungan itu membawa serta fenomena langit, gerhana bulan sebagian, di mana Bulan akan hampir sepenuhnya tertutup oleh bayangan Bumi. Bulan purnama November juga disebut Bulan Es, karena bulan itu mengantarkan suhu yang lebih dingin.

Bagi pengamat bintang yang berharap melihat bulan berang-berang, pemandangan langit akan terbit pada pukul 17.00 ET pada 18 November atau 05.00 WIB pada 19 November, dan akan mencapai puncak iluminasi sekitar pukul 03.58 ET atau 15.58 WIB. Gerhana bulan akan terlihat (jika cuaca memungkinkan) dari Amerika Utara dan Selatan serta Australia dan sebagian dari Asia dan Eropa.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, NASA, mengatakan gerhana bulan akan berlangsung 3 jam, 28 menit, dan 23 detik, yang akan lebih lama daripada gerhana lainnya dalam 100 tahun antara 2001 dan 2100. NASA mengatakan bahwa Bumi akan menyaksikan total 228 Gerhana Bulan sepanjang abad ke-21. Sebagian besar, akan ada dua gerhana dalam sebulan, tapi bisa juga ada tiga gerhana.

Gerhana bulan hanya terjadi selama bulan purnama, ketika Matahari dan Bulan berada di dekat sisi berlawanan dari Bumi dan bayangan terestrial dilemparkan ke permukaan bulan. Ada tiga kategori gerhana bulan, yaitu total, parsial, dan penumbra.

Gerhana bulan total terjadi saat Bulan memasuki sepenuhnya daerah di belakang Bumi di mana Matahari benar-benar diblokir dalam bayangan-yang disebut umbra. Gerhana bulan total menyebabkan Bulan berwarna merah karena cahaya yang melewati atmosfer Bumi disaring dan dibiaskan di permukaan Bulan. Ini juga disebut “bulan darah” karena warnanya yang merah.

Sementara gerhana bulan parsial adalah ketika bulan sebagian berada di dalam umbra, sisanya berada di penumbra—di mana Matahari hanya sebagian terhalang oleh Bumi. Selama gerhana bulan parsial, bulan tampak sebagian tertutup bayangan bulat Bumi, dengan bulan purnama masih terlihat di salah satu ujungnya.

Dan gerhana bulan penumbra merupakan kondisi saat Bulan berada di dalam penumbra, tapi di luar umbra, yang cenderung sedikit meredupkan cahaya Bulan. Tetapi tidak memiliki profil bayangan yang dramatis seperti gerhana lainnya—di mana Bumi, Matahari, dan Bulan hampir berada dalam satu garis lurus. Gerhana bulan penumbra terkadang hampir tidak terlihat oleh mata.

THEEPOCHTIMES | GADGETS NDTV

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.