Hari Ayah Nasional, Psikolog Ingatkan Peran Vital Ayah

Hari Ayah Nasional diperingati pada 12 November. Psikolog anak, remaja dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum, berpesan hubungan erat yang terjalin antara kedua orang tua dan anak harus dibangun sejak dini karena akan mempengaruhi perkembangan psikologi anak di masa datang.

“Kedekatan sama anak itu sebenarnya sangat berharga. Kita akan merasa begitu saat anak-anak mulai beranjak dewasa dan hubungan itu tidak dipaksa. Maksudnya, enggak bisa ketika kecil enggak dekat, begitu besar kita maksa anak-anak untuk dekat, enggak bisa karena itu dibangun,” kata Rosdiana.

“Jadi, menurut saya, apa kerugiannya kalau ayah enggak dekat sama anak? Enggak cuma dimiliki oleh si anak tapi sebenarnya bapaknya juga rugi banget,” lanjut psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

Di sisi lain, psikolog Universitas Indonesia, A. Kasandra Putranto, juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, figur ayah sangat penting karena adalah sosok pelindung dan pemberi contoh bagi anak.

“Dalam keluarga, ayah berperan sebagai pemberi nafkah, pemimpin, pelindung, dan pendidik keterampilan anak, sebagai seorang pemberi contoh,” ujar Kasandra.

Lebih lanjut, Kasandra juga menjelaskan akan timbul perbedaan dampak psikologis antara anak yang dekat dengan ayahnya dan yang tidak. Dia menjelaskan anak yang tidak dekat dengan sosok ayah akan mengalami krisis identitas.

“Dampak buruk yang mungkin terjadi akibat tidak ada kehadiran ayah dalam kehidupan adalah terjadinya krisis identitas dan perkembangan seksual anak. Lalu, gangguan psikologis pada anak di masa dewasa. Misalnya, anak akan merasa kesepian, kecemburuan, rendahnya harga diri, rasa malu, dan rendahnya kontrol diri,” jelas Kasandra. “Dampak lain anak yang tidak dekat dengan sosok ayah adalah mengalami ketidakmampuan memecahkan masalah yang membuatnya sering memberontak dan ada perasaan marah yang sulit di kontrol.”

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.